10/03/09

Gepuk Bandung


Sebagai orang Bandung, apalagi orang Sunda, tentu tahu gepuk ini, konon ini adalah makanan bangsawan...heuheuuu... Rasanya manis, itulah khasnya, mamah di Bandung ngajarin cara masak nya, tapi kadang pake taburan serundeng, yang dicampur dengan bumbu bekas dagingnya, ternyata di Jawa yang pake serundeng atau kelapa di sebut Serundeng Daging, seperti yang saya liat di KedaiHamburg-nya mba Retno, cuma disitu ga pake santan ya, klo ga salah...

Bahan :
1 kg daging has, rebus sampai empuk, potong sesuai serat 1 cm, pukul-pukul daging dengan menggunakan pemukul daging, sampai agak melebar,
500 ml santan

Campurkan :
7 bh bawang merah, cincang
3 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm ketumbar bubuk
1 1/2 sdm laos bubuk
2-3 sdm gula merah
1 1/2 sdt garam

1 btg serai, geprek
2 daun salam

Cara membuat :
Tumis bawang, masukkan semua bumbu-bumbu, sampe harum, beri santan, masukkan daging, biarkan mendidih, matang, sampai air susut, sesekali cicipi rasanya sampai terasa pas menurut selera, khas gepuk sunda adalah manis.
Setelah susut, dan menyerap bumbunya, angkat dagingnya ke dalam wadah yang lain. Lebih enak di biarkan semalam, karna bumbu lebih meresap dan empuk.
Goreng gepuk dalam minyak yang tidak terlalu banyak, tak perlu sampai terendam dagingnya, goreng sampai kecoklatan. Taburi dengan bawang goreng, siap disantap dengan sambal lalap dan nasi hangat...

Kalau saya, (ngikut mamah) sisa bumbu daging, diberi kelapa parut, lantas digongseng tanpa minyak sampai agak kering, penyajian bisa ditaburkan diatas daging, atau bisa sebagai teman nasi, ini untuk memanfaatkan sisa bumbu saja...

Source : Turun temurun..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar