Browser Internet Explorer 9 baru saja dirilis oleh Microsoft dan diklaim cukup sukses. Salah satu indikasinya, penjelajah internet tersebut saat ini sudah diinstall di 3,6% komputer yang menjalankan sistem operasi terkini dari Microsoft, Windows 7.
Seperti dikutip detikINET dari V3, Sabtu (2/4/2011), angka itu dinilai sebagai sebuah keberhasilan tersendiri oleh Microsoft. Sebab, jumlahnya melebihi performa awal Internet Explorer 8 di Windows 7.
"Baru dua minggu kami merilis IE9 dan dalam waktu singkat telah terlihat reaksi positif di ranah global," klaim Ryan Gavin, Senior Director Internet Explorer Business and Marketing.
Gavin optimistis IE9 akan terus menggaet dukungan. Datanya sendiri berasal dari Net Applications di mana market share IE9 di Windows 7 mencapai 3,6% pada akhir Maret. Ini lima kali lebih tinggi dibanding IE8 dalam kurun waktu sebulan sejak peluncurannya.
Namun jika dilihat dari keseluruhan pasar browser di semua sistem operasi, pasar Internet Explorer dari semua versi masih menunjukkan penurunan. Meski masih menguasai pasar, IE di bulan Maret mendapat raihan 55,9%, menurun 0,85% dari bulan terdahulu.
Padahal para rival menunjukkan tren naik. Google Chrome kini punya pangsa pasar 11,6% secara global, sebuah rekor tertingginya. Sedangkan Firefox yang juga baru keluar versi terbarunya, kini memiliki 21,8% market share. Lalu Safari meraih kue pasar 6,6%. (Sumber)
02/04/11
31/03/11
Awan Robot Sejukkan Piala Dunia Qatar
Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas saat Piala Dunia 2022 kelak berlangsung di negara tersebut. Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot yang menyerupai struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium.
Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi.
Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadion yang memanfaatkan limpahan sinar matahari sebagai sumber listrik. Salah satunya untuk menghidupkan pendingin.
Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember tahun lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat celsius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita. (Sumber)
Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi.
Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadion yang memanfaatkan limpahan sinar matahari sebagai sumber listrik. Salah satunya untuk menghidupkan pendingin.
Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember tahun lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat celsius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita. (Sumber)
Dilarang Berhubungan Seks di Kebun Binatang
Para penjaga di sebuah kebun binatang tua di Rumania mengatakan bahwa mereka harus melarang semua hewan melakukan hubungan seks karena peraturan Uni Eropa (UE). Pasalnya, fasilitas-fasilitas di Kebun Binatang Oradea itu tidak memenuhi standar UE dan para pejabat telah mengadopsi satu keputusan Komisi Eropa yang memerintahkan manajemen taman satwa itu memastikan tak ada kelahiran hewan baru sampai semuanya diperbaiki.
Dan, pihak kebun binatang yang telah memutuskan penutupan buat meningkatkan fasilitas-fasilitasnya menyatakan, itu artinya mereka mesti memisahkan jantan dan betina. Meniru istilah "pisah ranjang", jadilah para binatang itu "pisah kandang".
Senin lalu, seorang juru bicara taman satwa itu mengatakan, "Segera setelah kami memenuhi standar baru, kami akan membuka lagi dan lalu para binatang itu bakal dibolehkan bereproduksi lagi. Hingga waktunya nanti bakal tak ada kesempatan buat mereka melampiaskan hasrat."
Dewan lokal yang mengontrol kebun binatang itu mengatakan, pihaknya telah memutuskan bertindak setelah dikontak oleh Komisi Eropa. "Mereka cukup jelas bahwa kebun binatang Rumania tidak memberikan kondisi (nyaman) buat para hewan menurut arahan Komisi Eropa soal hewan liar di kebun binatang," ujar juru bicara itu pasrah. Jadi, para penghuninya puasa seks dulu. Entah bila mereka nanti mengamuk. (Sumber)
Dan, pihak kebun binatang yang telah memutuskan penutupan buat meningkatkan fasilitas-fasilitasnya menyatakan, itu artinya mereka mesti memisahkan jantan dan betina. Meniru istilah "pisah ranjang", jadilah para binatang itu "pisah kandang".
Senin lalu, seorang juru bicara taman satwa itu mengatakan, "Segera setelah kami memenuhi standar baru, kami akan membuka lagi dan lalu para binatang itu bakal dibolehkan bereproduksi lagi. Hingga waktunya nanti bakal tak ada kesempatan buat mereka melampiaskan hasrat."
Dewan lokal yang mengontrol kebun binatang itu mengatakan, pihaknya telah memutuskan bertindak setelah dikontak oleh Komisi Eropa. "Mereka cukup jelas bahwa kebun binatang Rumania tidak memberikan kondisi (nyaman) buat para hewan menurut arahan Komisi Eropa soal hewan liar di kebun binatang," ujar juru bicara itu pasrah. Jadi, para penghuninya puasa seks dulu. Entah bila mereka nanti mengamuk. (Sumber)
Rayap Panama Terkenal Paling Ganas
Meski tubuhnya kecil, rayap Panama (Termes panamensis) berhasil mencetak rekor gigitan paling cepat di antara semua hewan yang ada di dunia. Rahangnya sanggup menggigit mangsa dengan kecepatan hingga 70 centimeter perdetik.
Bahkan, untuk merekam gerakan yang segitu cepat, para peneliti membutuhkan kamera dengan kemampuan merekam gambar 40.000 frame perdetik. Rayap Panama menggigit mangsa menggunakan sepasang capit di rahang yang secara ilmiah sering disebut mandible.
“Banyak serangga yang bergerak lebih cepat daripada kemampuan mata manusia untuk melihat, jadi kami tahu kalau butuh kamera kecepatan tinggi untuk merekam perilakunya,” ujar Marc Seid dari Institut Riset Tropis Smithsonian yang melaporkan hasil penelitiannya dalam jurnal Current Biology edisi 25 November. Meski demikian, ia mengaku tak menyangka secepat itu gigitan rayap Panama.
Dengan gigitan secepat itu, serangga tersebut mungkin dapat membinasakan mangsanya dalam sekali serang. Gigitan yang cepat juga menjadi alat pertahanan diri karena dengan ukuran tubuh yang kecil, rayap Panama harus mencari cara menghasilkan energi yang besar untuk melawan musuhnya.
Capit yang besar dan serangan yang cepat efektif untuk pertarungan jarak dekat. Hal tersebut sering dilakukannya dengan musuh-musuhnya karena rayap lebih banyak berkeliaran di gorong-gorong yang sempit dan tak cukup banyak ruang bergerak.
“Mereka sepertinya menyimpan energinya di mandible-nya namun kami masih belum tahu bagaimana mereka melakukannya. Itu menjadi pertanyaan berikutnya,” ujar peneliti lainnya Jeremy Niven. (Sumber)
Bahkan, untuk merekam gerakan yang segitu cepat, para peneliti membutuhkan kamera dengan kemampuan merekam gambar 40.000 frame perdetik. Rayap Panama menggigit mangsa menggunakan sepasang capit di rahang yang secara ilmiah sering disebut mandible.
“Banyak serangga yang bergerak lebih cepat daripada kemampuan mata manusia untuk melihat, jadi kami tahu kalau butuh kamera kecepatan tinggi untuk merekam perilakunya,” ujar Marc Seid dari Institut Riset Tropis Smithsonian yang melaporkan hasil penelitiannya dalam jurnal Current Biology edisi 25 November. Meski demikian, ia mengaku tak menyangka secepat itu gigitan rayap Panama.
Dengan gigitan secepat itu, serangga tersebut mungkin dapat membinasakan mangsanya dalam sekali serang. Gigitan yang cepat juga menjadi alat pertahanan diri karena dengan ukuran tubuh yang kecil, rayap Panama harus mencari cara menghasilkan energi yang besar untuk melawan musuhnya.
Capit yang besar dan serangan yang cepat efektif untuk pertarungan jarak dekat. Hal tersebut sering dilakukannya dengan musuh-musuhnya karena rayap lebih banyak berkeliaran di gorong-gorong yang sempit dan tak cukup banyak ruang bergerak.
“Mereka sepertinya menyimpan energinya di mandible-nya namun kami masih belum tahu bagaimana mereka melakukannya. Itu menjadi pertanyaan berikutnya,” ujar peneliti lainnya Jeremy Niven. (Sumber)
Markas Dortmund Diancam Tiga Bom
Pertarungan antara Borussia Dortmund versus Hannover 96, yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu (2/4/2011), diancam bom. Meski demikian partai yang mempertemukan sang pemuncak klasemen dengan peringkat ketiga klasemen sementara Bundesliga tersebut akan tetap berlangsung setelah mendapat jaminan dari pihak kepolisian.
Pihak kepolisian menemukan tiga bom yang ditempatkan di area sekitar Signal Iduna Park. Namun, polisi Jerman mengonfirmasi bahwa mereka sudah menangkap pria berusia 25 tahun yang diduga sebagai pelaku di Kota Koeln pada hari Selasa kemarin.
Juru bicara kepolisian mengatakan, "Kami bisa mengonfirmasi mengenai penyelidikan tentang alat peledak yang berada di bawah jalan North Rhine-Wesphalia. Selama pencarian di sekitar Signal Iduna Park, tiga alat peledak sudah ditemukan dan telah diamankan."
"Penyelidikan saat ini terus berlangsung. Indikasi awal, ini tidak merujuk kepada ancaman publik. Hal yang mungkin berkaitan adalah soal pemerasan yang terjadi pada tahun 2010 lalu," sambungnya.
Polisi sendiri sudah mengeledah rumah sang pelaku dan ditemukan tiga benda mencurigakan serta bahan tertulis mengenai bagaimana cara membuat bom. (Sumber)
Pihak kepolisian menemukan tiga bom yang ditempatkan di area sekitar Signal Iduna Park. Namun, polisi Jerman mengonfirmasi bahwa mereka sudah menangkap pria berusia 25 tahun yang diduga sebagai pelaku di Kota Koeln pada hari Selasa kemarin.
Juru bicara kepolisian mengatakan, "Kami bisa mengonfirmasi mengenai penyelidikan tentang alat peledak yang berada di bawah jalan North Rhine-Wesphalia. Selama pencarian di sekitar Signal Iduna Park, tiga alat peledak sudah ditemukan dan telah diamankan."
"Penyelidikan saat ini terus berlangsung. Indikasi awal, ini tidak merujuk kepada ancaman publik. Hal yang mungkin berkaitan adalah soal pemerasan yang terjadi pada tahun 2010 lalu," sambungnya.
Polisi sendiri sudah mengeledah rumah sang pelaku dan ditemukan tiga benda mencurigakan serta bahan tertulis mengenai bagaimana cara membuat bom. (Sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)





