Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

31/03/11

Awan Robot Sejukkan Piala Dunia Qatar

Qatar University menawarkan awan robot sebagai solusi untuk mengatasi panas saat Piala Dunia 2022 kelak berlangsung di negara tersebut. Abdul Ghani, kepala insinyur mekanik dan industri Qatar University, membuat robot yang menyerupai struktur awan yang terbuat dari karbon ringan dan mengandung gas helium.

Awan tersebut melayang layaknya helikopter dan dapat dikendalikan dari jarak jauh untuk melindungi penonton. Di Lulanic Iconic Stadium, awan robot ini dapat melindungi 86.250 penonton. Ia dapat diatur agar bergerak mengikuti arah Matahari sehingga penoton di stadion tetap terlindungi.

Awan tersebut melengkapi sistem pendingin yang sudah dirancang di stadion. Secara arsitektural, Foster and Partners sudah mendesain stadion yang memanfaatkan limpahan sinar matahari sebagai sumber listrik. Salah satunya untuk menghidupkan pendingin.

Pada saat FIFA mengumumkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Desember tahun lalu, Qatar dengan cepat bereaksi terhadap segala keragu-raguan, termasuk masalah temperatur yang tinggi. Pada musim panas, temperatur di Qatar bisa mencapai sekitar 48 derajat celsius. Selain masalah temperatur, Qatar juga dihadapkan pada masalah keamanan dari terorisme dan perlakuan terhadap wanita. (Sumber)

Markas Dortmund Diancam Tiga Bom

Pertarungan antara Borussia Dortmund versus Hannover 96, yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu (2/4/2011), diancam bom. Meski demikian partai yang mempertemukan sang pemuncak klasemen dengan peringkat ketiga klasemen sementara Bundesliga tersebut akan tetap berlangsung setelah mendapat jaminan dari pihak kepolisian.

Pihak kepolisian menemukan tiga bom yang ditempatkan di area sekitar Signal Iduna Park. Namun, polisi Jerman mengonfirmasi bahwa mereka sudah menangkap pria berusia 25 tahun yang diduga sebagai pelaku di Kota Koeln pada hari Selasa kemarin.

Juru bicara kepolisian mengatakan, "Kami bisa mengonfirmasi mengenai penyelidikan tentang alat peledak yang berada di bawah jalan North Rhine-Wesphalia. Selama pencarian di sekitar Signal Iduna Park, tiga alat peledak sudah ditemukan dan telah diamankan."

"Penyelidikan saat ini terus berlangsung. Indikasi awal, ini tidak merujuk kepada ancaman publik. Hal yang mungkin berkaitan adalah soal pemerasan yang terjadi pada tahun 2010 lalu," sambungnya.

Polisi sendiri sudah mengeledah rumah sang pelaku dan ditemukan tiga benda mencurigakan serta bahan tertulis mengenai bagaimana cara membuat bom. (Sumber)

Seri A Bakal Jadi Liga Kelas Dua di Eropa

Jika di medio 90-an hingga awal 2000-an Liga Italia masih berstatus sebagai liga paling elit se-Eropa. Kini kompetisi Seri A bisa segera menjadi hanya sekadar liga kelas dua di daratan Eropa.

Penilaian itu dikeluarkan oleh Direktur AC Milan Umberto Gandini terkait kondisi persepakbolaan di negaranya saat ini. Krisis keuangan yang melanda sebagian besar klub serta rendahnya animo penonton di sana jadi penyebabnya.

Contoh saja rataan penonton di stadion-stadion klub Seri A musim lalu hanya 24.603. Bandingkan dengan Bundesliga yang mencapai angka 42.441 per partai atau di Liga Inggris 34.150 serta di La Liga yaitu 27.699.

Meski Italia mengalami peningkatan yang cukup sigfinikan di rating televisi yaitu 20 persen (mencapai angka 1,41 juta dollar AS) terkait hak siar kolektif para peserta Seri A.

"Sepakbola Italia mengalami masalah besar. Ada penurunan dalam jumlah besar fans yang menonton ke stadion dan semakin banyak yang menonton lewat televisi," tutur Gandini kepada Reuters.

"Masalahnya adalah kesempatan untuk menaikkan pendapatan dan turnover. Kami mempunyai kontrak yang bagus dengan stasiun televisi meskpun jika ada sentralisasi hak klub-klub besar," sambungnya.

"Kami mempunyai pemasukan komersial walaupun tidak terlalu besar. Namun kami sangat sedikit mendapat pendapatan dari stadium, konsensi dan merchandise. Ini jadi gap yang besar antara Italia dengan Inggris serta Spanyol khususnya," sesalnya.

Selain soal rendahnya animo penonton, prestasi wakil-wakil Italia di kompetisi Eropa dari tahun ke tahun kian menurun. Contoh saja musim ini mereka hanya tinggal menyisakan Inter Milan yang masih bertahan di perempatfinal Liga Champions.

Maka tak heran jika koefisien Bundesliga kini menggeser Italia di peringkat ketiga, yang mana mereka berhak mengirimkan empat wakil ke Liga Champions pada musim 2012-2013. Seri A pada musim itu cuma bisa menyertakan tiga wakil.

"Kami tidak begitu bagus di Liga Europa. Klub-klub Jerman sangat bagus yang mana mempengaruhi ranking UEFA. Alasannya mungkin karena klub-klub kami di Liga Europa tidak punya skuad memadai untuk bermain di dua kompetisi yang berpengaruh pada pemasukan dari pertandingan," analisa Gandini.

"Kemampuan untuk berinvestasi adalah kunci untuk membawa para pemain top. Seluruh pemain terbaik kami punya di awal tahun 1990 dan sesudah itu mereka pindah ke Spanyol," tuntasnya. (Sumber)

30/03/11

Montoya: Selamat Datang, Kimi

Juan Pablo Montoya sangat gembira mendengar kabar bahwa Kimi Raikkonen akan pindah ke NASCAR pada musim panas tahun ini. Dia dengan senang hati menyambut mantan rekan setimnya di McLaren tersebut, dan mengatakan bahwa kehadiran Raikkonen menjadi sebuah berita bagus bagi olahraga ini.

Raikkonen sudah memastikan bahwa dia akan beralih dari World Rally Championships ke NASCAR. Artinya, mantan juara dunia Formula 1 tersebut mengikuti jejak Montoya, yang sudah lebih dulu menggeluti balapan mobil paling populer di Amerika.

Mantan pebalap Ferrari ini akan memulai debutnya di NASCAR pada musim panas dan tampil di Camping World Truck Series, sebuah kompetisi nasional di mana beberapa pebalap dan mantan pebalap Sprint Cup bersaing melawan pebalap muda. Hal itu sudah dikonfirmasi manajer Raikkonen, Steve Robertson.

"Kimi akan menyeleksi balapan di seri NASCAR," ujar Robertson, Rabu (30/3/11).

Montoya, yang merupakan rekan setim Raikkonen selama 26 grand prix F1, melihat NASCAR memiliki prospek yang bagus dengan kedatangan pebalap Finlandia tersebut. Dia menilai, Raikkonen akan membuat NASCAR semakin terkenal.

"Ya, orang banyak membicarakannya dan saya sudah mendengar cerita ini sebelumnya. Jika dia benar-benar datang, maka ini menjadi sebuah berita bagus bagi olahraga ini, begitu juga bagi dia sendiri," ujar Montoya kepada Autosport.

"Kami pasti akan menyambutnya dengan hangat di sini," tambah pebalap asal Kolombia tersebut. Montoya pernah menjadi rekan setim Kimi Raikkonen di McLaren sejak 2005. Dia mencatat 10 kemenangan selama musim tersebut, dan total mereka membukukan 19 kemenangan.

Kemudian, pada tahun 2006, mereka kembali sama-sama membela McLaren sampai GP Amerika Serikat di Indianapolis, sebelum Montoya mengumumkan bahwa dia sepakat untuk tampil di seri paling top di NASCAR, Chip Ganassi, pada 2007.

Raikkonen akan menjadi mantan pebalap F1 ketujuh yang pindah ke NASCAR sejak Montoya mengumumkan pindah ke balapan ekstrim tersebut pada 2006. Jacques Villeneuve, juara dunia F1 1997, sudah berkompetisi di 15 event NASCAR di Amerika Serikat, antara 2007 dan 2010, tetapi belum pernah membalap secara penuh. (Sumber)

Rossi Berharap Menang di Jerez

Pebalap Ducati Valentino Rossi berharap, layout Sirkuit Jerez akan sedikit mengurangi tekanan pada cedera bahunya, dibandingkan dengan di Qatar. Dengan demikian, "The Doctor" berharap pada seri kedua tersebut, Minggu (3/4/11), dia bisa meraih hasil yang lebih bagus.

Pada seri pembuka MotoGP 2011 di Qatar, 20 Maret lalu, Valentino Rossi tak bisa tampil maksimal. Selain karena belum mampu "menjinakkan" Desmosedici GP11, kondisi fisiknya yang belum fit 100 persen setelah operasi bahu pada pertengahan November tahun lalu (cedera dialami akibat kecelakaan saat latihan motocross pada bulan April), juga membuat dia kesulitan bertarung. Alhasil, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut harus puas finis di posisi tujuh.

"Qatar, dengan banyaknya tikungan keras, dan daerah-daerah di mana kami harus mengerem saat ke kanan, sulit untuk bahu saya," ujar Rossi. "Kami akan melihat apakah Jerez sedikit lebih mudah, meskipun saya pikir untuk sementara waktu saya masih harus gigit jari.

"Sejak Qatar, saya terus berusaha keras di gym untuk mencoba dan meningkatkan kekuatanku, dan terutama daya tahan. Tetapi setelah Spanyol, saya akan memiliki waktu hampir sebulan untuk pemulihan yang lebih sempurna, menyusul penundaan GP Jepang."

Ducati tidak pernah memenangi balapan di Jerez sejak 2006. Untuk era mesin 800cc, mereka hanya satu kali bisa naik podium lewat Casey Stoner pada tahun 2009, ketika finis di posisi ketiga.

"Dari sudut pandang teknis, Jerez tampaknya bukanlah trek favorit Ducati, tetapi saya selalu menyukainya dan pasti berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi dibandingkan dengan apa yang kami miliki sampai sekarang," tambah juara dunia sembilan kali balap motor tersebut.

"Untuk saat ini, kami akan terus bekerja pada pengesetan, menggunakan segala sesuatu yang dipelajari di Qatar, di mana kami menemukan beberapa solusi yang baik untuk balapan," pungkas mantan pebalap Honda dan Yamaha ini. (Sumber)