Seorang siswi Belanda yang berumur 12 tahun melahirkan seorang bayi perempuan ketika ia dan teman-temannya tengah melakukan school trip (perjalanan sekolah) minggu lalu.
"Baik si anak maupun keluarganya tidak menyadari kalau ia sedang hamil, dan tidak ada tanda-tanda eksternal yang menunjukkan kehamilan itu," kata juru bicara dinas sosial sebagaimana dikutip The Telegraph, Selasa (29/3/2011). Juru bicara itu menambahkan, ia tidak tahu berapa bulan usia kehamilan remaja tersebut.
Remaja putri itu, dari Groningen di utara Belanda, sedang mengikuti perjalanan sekolah pada hari Selasa minggu lalu dengan teman-teman sekelasnya ketika dia mulai merasa perutnya kejang-kejang. Seorang supervisor yang merasa curiga lalu memanggil petugas layanan darurat. Ketika staf ambulans tiba, mereka melihat gadis itu segera akan melahirkan. Mereka lalu bergegas ke sebuah gedung di dekat lokasi itu dan remaja tersebut melahirkan bayinya di sana.
Remaja itu dan bayinya berada dalam keadaan sehat dan dirawat bangsal bersalin di sebuah rumah sakit di Groningen.(Sumber)
30/03/11
Anjing yang Menangis Saat Bertemu Majikannya
Lola, seekor anjing Dachshund, selamat dari kobaran api yang menghanguskan apartemen pemiliknya di Boston dan bertahan hidup selama sebulan dalam reruntuhan sebelum ditemukan.
Terisa Acevedo (24) terpaksa tinggal di tempat kerabatnya setelah kebakaran yang terjadi pada 23 Februari lalu. Pekan lalu, dia kembali ke bekas apartemennya karena pemilik apartemen memintanya mematikan alarm mobil di tepi jalan. Saat itu dia mendengar suara dari bekas rumahnya, mengangkat reruntuhan yang menutupi pintu, dan menemukan Lola.
Menurut Acevedo, anjing yang baru berusia satu tahun itu melompat ke pelukannya dan menitikkan air mata. Dokter hewan di Angell Animal Medical Center Boston mengatakan, anjing itu menemukan air dan sisa makanan untuk bertahan hidup. Mereka mengatakan, anjing berbulu hitam itu diharapkan segera pulih. (Sumber)
Terisa Acevedo (24) terpaksa tinggal di tempat kerabatnya setelah kebakaran yang terjadi pada 23 Februari lalu. Pekan lalu, dia kembali ke bekas apartemennya karena pemilik apartemen memintanya mematikan alarm mobil di tepi jalan. Saat itu dia mendengar suara dari bekas rumahnya, mengangkat reruntuhan yang menutupi pintu, dan menemukan Lola.
Menurut Acevedo, anjing yang baru berusia satu tahun itu melompat ke pelukannya dan menitikkan air mata. Dokter hewan di Angell Animal Medical Center Boston mengatakan, anjing itu menemukan air dan sisa makanan untuk bertahan hidup. Mereka mengatakan, anjing berbulu hitam itu diharapkan segera pulih. (Sumber)
Aisha, Putri Semata Wayang Khadafy
Anda mungkin berpikir, Aisha Khadafy yang merupakan putri tunggal pemimpin Libya, Moammar Khadafy, tidak punya hal yang perlu dipikirkan lagi pada hari-hari ini selain membentuk alisnya. Kenyataannya, sebagaimana dilansir Telegraph, Selasa (22/3/2011), saat kakaknya Saif tampak kusut dan kedengaran hampir sama sintingnya dengan ayahnya, Aisha Khadafy berada di tengah kerumunan orang di kompleks ayahnya, Bab Al-Azizia. Ia tampak rapi. Terlepas dari kenyataan bahwa ia telah berhenti mengecat rambut pirangnya dan sekarang memakai kerudung, ia selama ini menikmati reputasinya di pers Arab sebagai "Claudia Schiffer dari Afrika Utara". Claudia Schiffer adalah supermodel asal Jerman.
Dengan gaya glamornya dan kepentingan Khadafy untuk menampilkan wajah menarik bagi dunia, anak favorit dan putri semata wayangnya itu harus menjadi penghuni lembaran halaman majalah Hello sebagaimana Ratu Rania dari Jordania. Januari lalu ada rumor singkat dan menggoda bahwa dia punya hubungan gelap dengan Perdana Menteri Silvio Berlusconi yang ternyata tidak lebih dari spekulasi sembrono oleh sebuah koran Italia. Namun, selain satu foto yang secara luas direproduksi dan menunjukkan dia tampil kasual dengan rambut terurai, Aisha jarang tampil di depan publik.
Foto glamor itu diambil sebelum tahun 2006 ketika ia menikahi Ahmed al-Gaddafi al-Qahsi, seorang sepupu dan kolonel Angkatan Darat, dan menjadi ibu dari tiga orang anak. Sejak itu dia tampil rendah hati meskipun ia mengepalai Wa'tassimu, kelompok amal terbesar Libya, dan berperan (yang diberhentikan bulan lalu) sebagai Duta Niat Baik PBB.
Biografinya berjudul Putri Damai setebal 92 halaman, yang dibuat seorang Tunisia, sayangnya tidak punya versi terjemahan. Dia hanya bersedia diwawancara Sunday Telegraph, Oktober lalu. Wawancara itu dilakukan di sofa berbentuk putri duyung di vila luasnya di pinggiran Tripoli.
Ketika ditanya bagaimana orang bereaksi ketika mereka tahu siapa dia, Aisha Khadafy mengatakan, mereka "umumnya terkesiap, dan kemudian mereka menjadi sangat ramah, dan menggunakan kesempatan itu untuk mengirim ucapan kepada ayah saya. Tidak ada seorang pun yang bereaksi buruk."
Menurut Telegraph, dugaan bahwa Khadafy tua mungkin tidak begitu terkenal di dunia sebagaimana pada hari-hari ini bisa menjelaskan mengapa Aisha mencoba untuk terbang ke Malta bulan lalu. Seperti putri Saddam Hussein, yang berlindung di Jordania, dia mungkin lebih suka untuk tidak bergabung dengan ayahnya yang dikagumi banyak orang itu pada hari-hari ini. Namun, setelah mendapati dirinya kembali, ia telah melakukan yang terbaik dalam situasi ini. "Saya tetap di sini," katanya kepada masyarakat Libya.
Perannya sebagai Claudia Schiffer sudah berakhir. Sekarang dia menjadi "Benazir Bhutto dari Afrika Utara", seorang perempuan yang mencoba untuk menegakkan kehormatan keluarga pada waktu yang harus membawa dia kembali pada kenangan traumatis masa kanak-kanak. Ketika berumur 9 tahun, Aisha tidur di samping saudari adopsinya, Hana, saat anak itu tewas karena serangan udara AS di Tripoli. "Saya terbangun karena gemuruh suara bom dan jeritan saudari saya dengan darah tepercik di badan saya." Segera setelah mengatakan hal itu, ia terlihat mengepalkan tinjunya ke arah kamera.
Sejak kejadian kematian Hana, dalam beberapa acara ia memperlihatkan sikap membangkangnya. Tahun 2000, dua tahun setelah perjanjian damai Irlandia Utara, dia menampilkan diri sebagai tamu yang kurang bijak bagi Inggris dengan memberikan pidato yang mendukung IRA di Speakers Corner. Tahun 2004, ia mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk menjadi salah satu tim pengacara yang membela Saddam Hussein. "Saya belajar hukum dan merasa berkewajiban untuk membela siapa pun yang merasa bahwa dia telah dituduh secara salah."
Dibandingkan dengan cara-cara dari tujuh saudara laki-lakinya yang kleptokratis dan penuh kekerasan, Aisha tampaknya relatif santun. Menurut WikiLeaks, dia telah diberi tugas "memantau saudaranya". Mungkin tidak banyak yang bisa dia lakukan untuk mereka sekarang sehingga Saif menyatakan, "Kami akan berjuang sampai pria dan perempuan serta peluru terakhir." Namun Aisha tetap terlihat cantik di garis depan. (Sumber)
Dengan gaya glamornya dan kepentingan Khadafy untuk menampilkan wajah menarik bagi dunia, anak favorit dan putri semata wayangnya itu harus menjadi penghuni lembaran halaman majalah Hello sebagaimana Ratu Rania dari Jordania. Januari lalu ada rumor singkat dan menggoda bahwa dia punya hubungan gelap dengan Perdana Menteri Silvio Berlusconi yang ternyata tidak lebih dari spekulasi sembrono oleh sebuah koran Italia. Namun, selain satu foto yang secara luas direproduksi dan menunjukkan dia tampil kasual dengan rambut terurai, Aisha jarang tampil di depan publik.
Foto glamor itu diambil sebelum tahun 2006 ketika ia menikahi Ahmed al-Gaddafi al-Qahsi, seorang sepupu dan kolonel Angkatan Darat, dan menjadi ibu dari tiga orang anak. Sejak itu dia tampil rendah hati meskipun ia mengepalai Wa'tassimu, kelompok amal terbesar Libya, dan berperan (yang diberhentikan bulan lalu) sebagai Duta Niat Baik PBB.
Biografinya berjudul Putri Damai setebal 92 halaman, yang dibuat seorang Tunisia, sayangnya tidak punya versi terjemahan. Dia hanya bersedia diwawancara Sunday Telegraph, Oktober lalu. Wawancara itu dilakukan di sofa berbentuk putri duyung di vila luasnya di pinggiran Tripoli.
Ketika ditanya bagaimana orang bereaksi ketika mereka tahu siapa dia, Aisha Khadafy mengatakan, mereka "umumnya terkesiap, dan kemudian mereka menjadi sangat ramah, dan menggunakan kesempatan itu untuk mengirim ucapan kepada ayah saya. Tidak ada seorang pun yang bereaksi buruk."
Menurut Telegraph, dugaan bahwa Khadafy tua mungkin tidak begitu terkenal di dunia sebagaimana pada hari-hari ini bisa menjelaskan mengapa Aisha mencoba untuk terbang ke Malta bulan lalu. Seperti putri Saddam Hussein, yang berlindung di Jordania, dia mungkin lebih suka untuk tidak bergabung dengan ayahnya yang dikagumi banyak orang itu pada hari-hari ini. Namun, setelah mendapati dirinya kembali, ia telah melakukan yang terbaik dalam situasi ini. "Saya tetap di sini," katanya kepada masyarakat Libya.
Perannya sebagai Claudia Schiffer sudah berakhir. Sekarang dia menjadi "Benazir Bhutto dari Afrika Utara", seorang perempuan yang mencoba untuk menegakkan kehormatan keluarga pada waktu yang harus membawa dia kembali pada kenangan traumatis masa kanak-kanak. Ketika berumur 9 tahun, Aisha tidur di samping saudari adopsinya, Hana, saat anak itu tewas karena serangan udara AS di Tripoli. "Saya terbangun karena gemuruh suara bom dan jeritan saudari saya dengan darah tepercik di badan saya." Segera setelah mengatakan hal itu, ia terlihat mengepalkan tinjunya ke arah kamera.
Sejak kejadian kematian Hana, dalam beberapa acara ia memperlihatkan sikap membangkangnya. Tahun 2000, dua tahun setelah perjanjian damai Irlandia Utara, dia menampilkan diri sebagai tamu yang kurang bijak bagi Inggris dengan memberikan pidato yang mendukung IRA di Speakers Corner. Tahun 2004, ia mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk menjadi salah satu tim pengacara yang membela Saddam Hussein. "Saya belajar hukum dan merasa berkewajiban untuk membela siapa pun yang merasa bahwa dia telah dituduh secara salah."
Dibandingkan dengan cara-cara dari tujuh saudara laki-lakinya yang kleptokratis dan penuh kekerasan, Aisha tampaknya relatif santun. Menurut WikiLeaks, dia telah diberi tugas "memantau saudaranya". Mungkin tidak banyak yang bisa dia lakukan untuk mereka sekarang sehingga Saif menyatakan, "Kami akan berjuang sampai pria dan perempuan serta peluru terakhir." Namun Aisha tetap terlihat cantik di garis depan. (Sumber)
Montoya: Selamat Datang, Kimi
Juan Pablo Montoya sangat gembira mendengar kabar bahwa Kimi Raikkonen akan pindah ke NASCAR pada musim panas tahun ini. Dia dengan senang hati menyambut mantan rekan setimnya di McLaren tersebut, dan mengatakan bahwa kehadiran Raikkonen menjadi sebuah berita bagus bagi olahraga ini.
Raikkonen sudah memastikan bahwa dia akan beralih dari World Rally Championships ke NASCAR. Artinya, mantan juara dunia Formula 1 tersebut mengikuti jejak Montoya, yang sudah lebih dulu menggeluti balapan mobil paling populer di Amerika.
Mantan pebalap Ferrari ini akan memulai debutnya di NASCAR pada musim panas dan tampil di Camping World Truck Series, sebuah kompetisi nasional di mana beberapa pebalap dan mantan pebalap Sprint Cup bersaing melawan pebalap muda. Hal itu sudah dikonfirmasi manajer Raikkonen, Steve Robertson.
"Kimi akan menyeleksi balapan di seri NASCAR," ujar Robertson, Rabu (30/3/11).
Montoya, yang merupakan rekan setim Raikkonen selama 26 grand prix F1, melihat NASCAR memiliki prospek yang bagus dengan kedatangan pebalap Finlandia tersebut. Dia menilai, Raikkonen akan membuat NASCAR semakin terkenal.
"Ya, orang banyak membicarakannya dan saya sudah mendengar cerita ini sebelumnya. Jika dia benar-benar datang, maka ini menjadi sebuah berita bagus bagi olahraga ini, begitu juga bagi dia sendiri," ujar Montoya kepada Autosport.
"Kami pasti akan menyambutnya dengan hangat di sini," tambah pebalap asal Kolombia tersebut. Montoya pernah menjadi rekan setim Kimi Raikkonen di McLaren sejak 2005. Dia mencatat 10 kemenangan selama musim tersebut, dan total mereka membukukan 19 kemenangan.
Kemudian, pada tahun 2006, mereka kembali sama-sama membela McLaren sampai GP Amerika Serikat di Indianapolis, sebelum Montoya mengumumkan bahwa dia sepakat untuk tampil di seri paling top di NASCAR, Chip Ganassi, pada 2007.
Raikkonen akan menjadi mantan pebalap F1 ketujuh yang pindah ke NASCAR sejak Montoya mengumumkan pindah ke balapan ekstrim tersebut pada 2006. Jacques Villeneuve, juara dunia F1 1997, sudah berkompetisi di 15 event NASCAR di Amerika Serikat, antara 2007 dan 2010, tetapi belum pernah membalap secara penuh. (Sumber)
Raikkonen sudah memastikan bahwa dia akan beralih dari World Rally Championships ke NASCAR. Artinya, mantan juara dunia Formula 1 tersebut mengikuti jejak Montoya, yang sudah lebih dulu menggeluti balapan mobil paling populer di Amerika.
Mantan pebalap Ferrari ini akan memulai debutnya di NASCAR pada musim panas dan tampil di Camping World Truck Series, sebuah kompetisi nasional di mana beberapa pebalap dan mantan pebalap Sprint Cup bersaing melawan pebalap muda. Hal itu sudah dikonfirmasi manajer Raikkonen, Steve Robertson.
"Kimi akan menyeleksi balapan di seri NASCAR," ujar Robertson, Rabu (30/3/11).
Montoya, yang merupakan rekan setim Raikkonen selama 26 grand prix F1, melihat NASCAR memiliki prospek yang bagus dengan kedatangan pebalap Finlandia tersebut. Dia menilai, Raikkonen akan membuat NASCAR semakin terkenal.
"Ya, orang banyak membicarakannya dan saya sudah mendengar cerita ini sebelumnya. Jika dia benar-benar datang, maka ini menjadi sebuah berita bagus bagi olahraga ini, begitu juga bagi dia sendiri," ujar Montoya kepada Autosport.
"Kami pasti akan menyambutnya dengan hangat di sini," tambah pebalap asal Kolombia tersebut. Montoya pernah menjadi rekan setim Kimi Raikkonen di McLaren sejak 2005. Dia mencatat 10 kemenangan selama musim tersebut, dan total mereka membukukan 19 kemenangan.
Kemudian, pada tahun 2006, mereka kembali sama-sama membela McLaren sampai GP Amerika Serikat di Indianapolis, sebelum Montoya mengumumkan bahwa dia sepakat untuk tampil di seri paling top di NASCAR, Chip Ganassi, pada 2007.
Raikkonen akan menjadi mantan pebalap F1 ketujuh yang pindah ke NASCAR sejak Montoya mengumumkan pindah ke balapan ekstrim tersebut pada 2006. Jacques Villeneuve, juara dunia F1 1997, sudah berkompetisi di 15 event NASCAR di Amerika Serikat, antara 2007 dan 2010, tetapi belum pernah membalap secara penuh. (Sumber)
Rossi Berharap Menang di Jerez
Pebalap Ducati Valentino Rossi berharap, layout Sirkuit Jerez akan sedikit mengurangi tekanan pada cedera bahunya, dibandingkan dengan di Qatar. Dengan demikian, "The Doctor" berharap pada seri kedua tersebut, Minggu (3/4/11), dia bisa meraih hasil yang lebih bagus.
Pada seri pembuka MotoGP 2011 di Qatar, 20 Maret lalu, Valentino Rossi tak bisa tampil maksimal. Selain karena belum mampu "menjinakkan" Desmosedici GP11, kondisi fisiknya yang belum fit 100 persen setelah operasi bahu pada pertengahan November tahun lalu (cedera dialami akibat kecelakaan saat latihan motocross pada bulan April), juga membuat dia kesulitan bertarung. Alhasil, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut harus puas finis di posisi tujuh.
"Qatar, dengan banyaknya tikungan keras, dan daerah-daerah di mana kami harus mengerem saat ke kanan, sulit untuk bahu saya," ujar Rossi. "Kami akan melihat apakah Jerez sedikit lebih mudah, meskipun saya pikir untuk sementara waktu saya masih harus gigit jari.
"Sejak Qatar, saya terus berusaha keras di gym untuk mencoba dan meningkatkan kekuatanku, dan terutama daya tahan. Tetapi setelah Spanyol, saya akan memiliki waktu hampir sebulan untuk pemulihan yang lebih sempurna, menyusul penundaan GP Jepang."
Ducati tidak pernah memenangi balapan di Jerez sejak 2006. Untuk era mesin 800cc, mereka hanya satu kali bisa naik podium lewat Casey Stoner pada tahun 2009, ketika finis di posisi ketiga.
"Dari sudut pandang teknis, Jerez tampaknya bukanlah trek favorit Ducati, tetapi saya selalu menyukainya dan pasti berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi dibandingkan dengan apa yang kami miliki sampai sekarang," tambah juara dunia sembilan kali balap motor tersebut.
"Untuk saat ini, kami akan terus bekerja pada pengesetan, menggunakan segala sesuatu yang dipelajari di Qatar, di mana kami menemukan beberapa solusi yang baik untuk balapan," pungkas mantan pebalap Honda dan Yamaha ini. (Sumber)
Pada seri pembuka MotoGP 2011 di Qatar, 20 Maret lalu, Valentino Rossi tak bisa tampil maksimal. Selain karena belum mampu "menjinakkan" Desmosedici GP11, kondisi fisiknya yang belum fit 100 persen setelah operasi bahu pada pertengahan November tahun lalu (cedera dialami akibat kecelakaan saat latihan motocross pada bulan April), juga membuat dia kesulitan bertarung. Alhasil, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut harus puas finis di posisi tujuh.
"Qatar, dengan banyaknya tikungan keras, dan daerah-daerah di mana kami harus mengerem saat ke kanan, sulit untuk bahu saya," ujar Rossi. "Kami akan melihat apakah Jerez sedikit lebih mudah, meskipun saya pikir untuk sementara waktu saya masih harus gigit jari.
"Sejak Qatar, saya terus berusaha keras di gym untuk mencoba dan meningkatkan kekuatanku, dan terutama daya tahan. Tetapi setelah Spanyol, saya akan memiliki waktu hampir sebulan untuk pemulihan yang lebih sempurna, menyusul penundaan GP Jepang."
Ducati tidak pernah memenangi balapan di Jerez sejak 2006. Untuk era mesin 800cc, mereka hanya satu kali bisa naik podium lewat Casey Stoner pada tahun 2009, ketika finis di posisi ketiga.
"Dari sudut pandang teknis, Jerez tampaknya bukanlah trek favorit Ducati, tetapi saya selalu menyukainya dan pasti berusaha untuk berbuat yang lebih baik lagi dibandingkan dengan apa yang kami miliki sampai sekarang," tambah juara dunia sembilan kali balap motor tersebut.
"Untuk saat ini, kami akan terus bekerja pada pengesetan, menggunakan segala sesuatu yang dipelajari di Qatar, di mana kami menemukan beberapa solusi yang baik untuk balapan," pungkas mantan pebalap Honda dan Yamaha ini. (Sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)




