30/03/11

Mahasiswa ML di Atap Asrama, Jadi Tontotan Warga

Seorang mahasiswa University of Southern California berhubungan seks dengan pacarnya di atap asrama universitas pada siang bolong. Alhasil, aksi mahasiswa tersebut membetot perhatian ratusan pejalan kaki yang melintas.

Akibatnya, mahasiswa itu dikenai sanksi dari kelompok persaudaraan mahasiswa setempat. University of Southern California mengatakan mahasiswa tersebut juga terancam kena sanksi disiplin.

Foto-foto mahasiswa yang berhubungan seks di atap asrama bertingkat 12 tersebut beredar di internet dan menjadi virus.

Wanita yang melakukan hubungan intim tersebut dikabarkan bukan mahasiswi di University of Southern California.

Pihak universitas tengah menyelidiki apakah aksi mahasiswa itu 'melanggar kebijakan universitas yang melarang akses ke atap gedung tanpa izin'. Kejadian terjadi di asrama Birnkrant Residential Hall.

Wakil Pembantu Rektor untuk Masalah Mahasiswa University of Southern California, Denzil Suite, mengatakan kepada Daily Trojan, "Saya tidak bisa mengungkapkan tindakan yang akan diambil secara spesifik terhadap tiap individu. Tetapi jenis tindakan seperti itu tidak bisa dibiarkan."

Pernyataan dari kelompok persaudaraan mahasiswa, Kappa Sigma, menyebutkan mahasiswa yang berhubungan intim di atap gedung asrama dikenai sanksi tidak masuk lagi Kappa Sigma.

Belum ada komentar dari mahasiswa tersebut terkait kasus ini. (Sumber)

Radiasi Nuklir Jepang Sampai ke New York

Hujan mengandung air radiasi nuklir melanda New York. Departemen Kesehatan Amerika Serikat menduga zat radioaktif yang bercampur dengan air hujan di udara itu berasal dari Jepang.

Kandungan bahan radioaktif itu dinilai belum sampai membahayakan kesehatan manusia. Kadarnya dalam udara sangat sedikit yakni antara 0,01-0,1 picocuries per kubik meter. "Kadar ini sama dengan yang ditemukan di negara lain," ujar pernyataan Departemen Kesehatan Amerika Serikat seperti dikutip dari Kyodo 31 Maret 2011.

Zat radioaktif yang diyakini berasal dari pembangkit nuklir di Jepang, Fukushima Daiichi sebelumnya telah ditemukan di beberapa lokasi di Amerika, yakni Hawaii, California, Nevada, Florida dan Massachusetts, dan kini New York.

Pejabat Departemen Kesehatan, Nirav Shah menyatakan kadar bahan radioaktif yang ditemukan di New York ini sangat rendah dan tidak membahayakan kesehatan manusia. Jumlah ini 1000 kali di bawah kadar yang diterima seseorang jika menjalani X-ray.

Shah mengatakan warga New York tak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan tindakan pencegahan dari efek terkontaminasi. (Sumber)

Ungu Nge-Jazz Bareng Andien

Grup band bergenre pop Ungu siap mengeluarkan single dengan judul 'Saat Bahagia'. Kali ini Pasha cs menggaet penyanyi yang kental dengan musik Jazz, Andien.

Pelantun 'Melayang' itu juga memang terbilang sering membuat terobosan baru. Sebelumnya, mereka juga sempat memasukkan unsur seperti dangdut hingga nge-rap.

"Mudah-mudahan ini sesuatu yang baik, sehingga Ungu dan Andien bisa memaksimalkan single 'Saat Bahagia Ini'," ujar vokalis Ungu, Pasha di sela-sela pembuatan video klip lagu tersebut di Jalan Surya Widuti, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (31/3/2011).

Mereka mengaku, sebelumnya sempat kesulitan mencari pasangan untuk menemani Pasha bernyanyi. Ungu juga sempat melakukan audisi. Namun, akhirnya mereka menjatuhkan pilihan ke penyanyi Andien.

"Ya karena kita tahu kualitas Andien dalam bernyanyi khususnya dalam bernyanyi yang sedikit berbau jazz," ungkap Pasha. (Sumber)

LOL! Foto PRT Bawakan Ransel Tentara Jadi Olok-olokan di Singapura

Foto seorang pembantu rumah tangga (PRT) membawakan ransel pria berseragam tentara Singapura -- diduga peserta wajib militer (wamil) -- masih menjadi perbincangan di negeri Singa. Bahkan foto itu menjadi bahan olok-olokan.

"Kisah NSman (national service/wamil) yang menyuruh pembantunya membawa tas ranselnya telah memicu serangkaian parodi oleh para netizen, membuktikan bahwa orang Singapura memiliki rasa humor yang unik," tulis portal gaya hidup Singapura, Stomp, edisi Rabu, 30 Maret 2011.

Media satu kelompok dengan The Straits Times itu memasang sejumlah parodi artistik kiriman pembacanya. Artikel yang berita parodi itu berjudul "Sedia! Here comes the SAF maid platoon".

"Saya tertawa ngakak ketika melihat parodi itu," komentar seorang pembaca.

Website itu juga menyediakan "mood meter" untuk mengetahui bagaimana perasaan pembaca setelah menikmati artikel itu. Peringkat pertama sebanyak 91% memilih LOL! alias laughing out loud (tertawa terbahak-bahak).

Foto asli yang jadi buah bibir publik Singapura itu pertama kali dikirimkan pembaca STOMP oleh Zhivago, yang mengambilnya dari halaman Facebook. Foto itu disebut-sebut diambil di dekat stasiun MRT Tanah Merah.

32 Persen Perempuan Gelisah Setelah ML

Hubungan seks yang dilakukan di bawah tekanan sering menyebabkan seseorang terutama perempuan merasa gelisah. Namun menurut penelitian, 1 dari 3 perempuan tetap merasa sedih dan kelihatan murung meski terpuaskan dalam hubungan seks.

Normalnya, perasaan yang paling sering muncul setelah berhubungan seks yang menyenangkan adalah perasaan rileks. Hal ini berhubungan dengan pelepasan hormon-hormon oksitosin pemicu orgasme dan terhentinya hormon kortisol yang memicu stres.

Perasaan negatif seperti sedih dan gelisah yang muncul usai berhubungan seks disebut post-sex blues. Biasanya, fenomena ini dialami oleh perempuan yang berhubungan seks di bawah tekanan atau dibayangi trauma di masa lalu misalnya pernah dilecehkan.

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan Prof Robert Schweitzer dari Queensland University of Technology, fenomena ini tidak hanya dialami oleh perempuan yang tidak menikmati hubungan seks. Bahkan ketika terpuaskan, perasaan negatif itu tetap muncul pada beberapa orang.

Tidak diketahui pasti penyebabnya, namun penelitian tersebut mengungkap 32,9 persen perempuan mengalami post-sex blues. Artinya 1 dari 3 perempuan akan merasa sedih dan gelisah meski terpuaskan dalam hubungan seks yang baru saja dilakukan bersama pasangannya.

"Post-sex blues pada perempuan yang punya trauma psikologis akan membuatnya menghindari seks. Tapi karena banyak yang mengalaminya, maka ada faktor lain yang memicunya yakni faktor biologis," ungkap Prof Schweitzer seperti dikutip dari NineMSN, Kamis (31/3/2011).

Prof Schweitzer menduga, faktor psikologis justru tidak banyak memicu gangguan suasana hati yang disebut juga poscoital dysphoria ini. Meski demikian, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Health ini tidak mengungkap faktor lain yang memicunya. (Sumber)